Kabid Propam Polda Sumut Bungkam Usai Jenguk Korban Penembakan di Kebun Sawit Labuhanbatu

Kombes Pol Bulang Bayu Samudra menjenguk Rahmat Alfian (34) yang kritis usai ditembak di kebun sawit Labuhanbatu, namun memilih bungkam dan menghindari wartawan di RSUD Rantauprapat.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:05 WIB
Estimasi: 2 min baca • 18 dilihat

RANTAUPRAPAT – Dugaan tindakan brutal oknum aparat kepolisian yang menembak dan menganiaya seorang warga sipil di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, terus memantik sorotan publik. Kasus yang menimpa Rahmat Alfian (34) itu kini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Perhatian publik semakin tajam setelah Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Bulang Bayu Samudra, mendadak menyambangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat pada Sabtu (10/10/2026) malam. Kedatangan perwira menengah berpangkat tiga melati emas tersebut dimaksudkan untuk menjenguk korban yang tengah terbaring lemah.

Namun, sikap yang bertolak belakang justru ditunjukkan jajaran kepolisian seusai kunjungan tertutup itu. Saat diberondong sejumlah pertanyaan oleh awak media, Kabid Propam Polda Sumut memilih bungkam dan tidak memberikan klarifikasi sedikit pun.

Suasana di area RSUD Rantauprapat sempat memanas dan tegang ketika kamera para jurnalis mulai menyorot pergerakan rombongan pejabat utama kepolisian tersebut. Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu, tampak sigap menghalangi serta membatasi ruang gerak wartawan yang berupaya meminta konfirmasi resmi.

“Nanti aja ya,” ujar AKBP Wahyu seraya melambaikan tangan kanannya dan melangkah cepat menggiring rombongan menuju tangga lift rumah sakit, meninggalkan awak media yang telah lama menunggu.

Tragedi berdarah yang menimpa Rahmat Alfian bermula pada Jumat siang (9/10/2026) di area perkebunan kelapa sawit PT Perkebunan Milano Cabang Dua Estate (Wilmar Group), Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu. Warga Desa Cabang Dua itu kini harus berjuang melewati masa kritis akibat luka tembak serta benturan benda tumpul di bagian kepala.

Berdasarkan kesaksian sumber tepercaya di lokasi kejadian, insiden bermula saat korban dituduh mencuri buah kelapa sawit (brondolan) di kawasan kebun perusahaan. Ketika korban yang panik berusaha melarikan diri, oknum aparat Polda Sumut yang bertugas melakukan pengamanan di area kebun mendadak melepaskan tembakan ke arah korban.

“Informasi yang beredar, korban ketahuan mencuri brondolan. Ketika berusaha lari, korban ditembak mengenai bagian pinggang serta paha. Tidak hanya itu, kepala korban juga sempat dipukul menggunakan gagang senjata api,” ungkap sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Korban langsung dievakuasi ke RSUD Rantauprapat menggunakan ambulans milik perusahaan pada Jumat malam sekitar pukul 22.00 WIB dengan pengawalan ketat jajaran Polres Labuhanbatu yang dipimpin langsung Wakapolres, Kompol PS Simbolon.

Sayangnya, hingga berita ini ditayangkan, jajaran kepolisian terkesan menutup diri. Keterangan resmi terkait penanganan kasus serta sanksi terhadap oknum penembak belum diekspos, mengingat Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu, Kasat Reskrim AKP Jihad, hingga Kapolsek Panai Tengah AKP Amlan belum merespons konfirmasi resmi yang dilayangkan awak media sejak Jumat (9/10) malam.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.