Gudang Pupuk Ilegal di Helvetia Deli Serdang Meresahkan Warga

Warga Gang Prajurit, Deli Serdang, resah dengan aktivitas gudang pupuk ilegal yang kembali beroperasi meski sempat digerebek polisi.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Jumat, 6 November 2026 | 11:01 WIB
Estimasi: 2 min baca • 9 dilihat

Warga Gang Prajurit, Jalan Veteran Pasar VI, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, diresahkan dengan keberadaan sebuah gudang yang diduga kuat memproduksi pupuk ilegal.

Menurut sejumlah masyarakat setempat, aktivitas ilegal di gudang tersebut telah berlangsung lama. Hasil produksi pupuk ilegal setiap harinya dijual dengan harga yang cukup murah dan jauh dari pasaran.

Selain merugikan negara dan meresahkan masyarakat, pengelola atau pemilik gudang tersebut juga disinyalir mempekerjakan karyawan di bawah umur atau anak-anak.

“Aktivitasnya setiap hari. Dijual dengan murah, jauh dari harga pasaran. Ada anak-anak yang bekerja di gudang tersebut. Ini sangat meresahkan kami sebagai warga disini,” ujar salah seorang warga yang enggan menyebut namanya, Jum’at (06/11/2026).

Menurutnya, gudang pupuk ilegal yang diduga milik oknum pensiunan TNI tersebut sebenarnya pernah digerebek oleh pihak kepolisian. Namun, aktivitas ‘bisnis haram’ itu kembali beroperasi lantaran dinilai tidak ada tindakan tegas yang berarti.

“Belum lama ini pernah digerebek polisi, tapi gudang itu tidak dipasang police line (garis polisi). Kini aktivitas illegal tersebut operasi lagi karena tidak ada tindakan tegas dari pihak kepolisian,” tukasnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, pemilik gudang yang kabarnya merupakan seorang pensiunan TNI, maupun para pekerja di dalam gudang tersebut belum dapat dikonfirmasi untuk dimintai tanggapannya.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.