Petir Sambar Pekerja Batu Bata di Asahan, Satu Tewas

Tragis, lima pekerja cetak batu bata di Asahan tersambar petir saat berteduh dari hujan deras, satu orang tewas dan empat lainnya pingsan.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Senin, 26 Oktober 2026 | 13:35 WIB
Estimasi: 2 min baca • 14 dilihat

Musibah tragis menimpa lima orang pekerja cetak batu bata di Desa Sidodadi, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, pada Senin (19/10/2026). Kelima pekerja tersebut tersambar petir ketika sedang berteduh dari guyuran hujan deras di area tempat pembakaran batu bata.

Akibat kejadian itu, satu orang pekerja dilaporkan meninggal dunia di lokasi, sementara empat rekannya sempat pingsan dan tidak sadarkan diri.

Kapolsek Kota Kisaran, Iptu Riki Hamdany, mengungkapkan bahwa peristiwa bermula saat para pekerja menghentikan aktivitas cetak batu karena cuaca buruk. Mereka kemudian memilih berteduh di sebuah bangunan gubuk yang tak jauh dari rumah korban.

“Saat hujan deras mengguyur, sebanyak lima orang pekerja berteduh di sekitar lokasi pembakaran batu. Tak lama kemudian, kilatan petir menyambar bangunan tempat mereka berteduh dan mengenai kelima orang di dalamnya,” ujar Iptu Riki Hamdany.

Korban yang meninggal dunia langsung dievakuasi oleh warga bersama petugas ke rumah duka di Desa Sidodadi untuk disemayamkan, sebelum akhirnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat. Sementara itu, empat korban selamat yang sempat pingsan telah mendapatkan penanganan medis.

Menyikapi musibah tersebut, kepolisian mengimbau seluruh masyarakat di wilayah hukum Kabupaten Asahan agar meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem. Warga diminta tidak berteduh di bawah pohon, gubuk terbuka, maupun tempat terbuka lain yang rawan sambaran petir saat hujan disertai badai melanda.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.