Identitas Mayat Pria Terbungkus Karung di Asahan Terungkap: Driver Taksi Online Asal Binjai, Mobil Raib Diduga Dibegal

Identitas pria tanpa baju dengan kaki terbungkus karung yang ditemukan di parit kebun sawit Desa Dadimulyo, Kisaran, Asahan, terungkap sebagai Muhammad Imran, driver taksi online asal Binjai. Mobil korban hilang, polisi menduga kuat aksi begal berujung pembunuhan.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Jumat, 23 Oktober 2026 | 05:01 WIB
Estimasi: 2 min baca • 12 dilihat

ASAHAN — Misteri jasad pria tanpa baju dengan kedua kaki terbungkus karung yang ditemukan di sebuah parit kawasan kebun kelapa sawit, Desa Dadimulyo, Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, akhirnya terkuak. Korban teridentifikasi bernama Muhammad Imran, seorang pengemudi taksi online yang berdomisili di Kota Binjai.

Dugaan mengarah kuat pada aksi perampokan berujung pembunuhan atau begal. Pasalnya, mobil yang biasa digunakan korban untuk menarik penumpang tidak ditemukan di lokasi penemuan jasad. Dari saku celana korban, petugas hanya menemukan selembar Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Suasana haru menyelimuti proses identifikasi. Adik korban, Niar Fitri, tak mampu membendung tangis saat melihat kondisi jenazah kakaknya lewat panggilan video yang difasilitasi Kanit Reskrim Polsek Kota Kisaran dari kamar jenazah RSUD H Abdul Manan Simatupang Kisaran.

Keluarga sama sekali tidak menyangka, kehilangan Imran selama dua hari terakhir berakhir dengan kabar duka yang begitu memilukan di Kabupaten Asahan. “Abang saya kerja sebagai driver online. Sudah dua hari tidak ada kabar dan kami sempat menyebarkan informasi kehilangan di media sosial beserta foto mobil yang dikendarai,” ujar Niar Fitri saat dikonfirmasi, Kamis (22/10/2026).

Sebelumnya, jasad Muhammad Imran ditemukan terbujur kaku di parit area perkebunan kelapa sawit oleh warga setempat. Selain kedua kakinya terikat dan terbungkus karung, pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka tusukan benda tajam di bagian dada dan perut.

Hilangnya mobil korban tanpa jejak dari lokasi penemuan mayat semakin menguatkan dugaan adanya tindak pidana perampasan kendaraan yang menyertai pembunuhan tersebut. Kini Tim Satreskrim Polres Asahan bersama Polsek Kota Kisaran terus bergerak melakukan penyelidikan intensif guna memburu pelaku.

Selain mengejar otak dan eksekutor aksi sadis itu, penyidik juga mengirim jasad korban untuk menjalani proses autopsi. Hasil pemeriksaan medis tersebut akan dijadikan alat bukti penting dalam pembuktian di persidangan nantinya.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.