Bupati dan Wabup Sergai Tinjau Lokasi Banjir Bandang Silinda

Bupati dan Wakil Bupati Serdang Bedagai meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Silinda untuk mengidentifikasi kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian warga.
Admin
Jurnalis & Reporter Media Sumut
Jumat, 6 November 2026 | 11:01 WIB
Estimasi: 2 min baca • 8 dilihat

Bupati Serdang Bedagai (Sergai), Darma Wijaya bersama Wakil Bupati (Wabup) Sergai, Adlin Tambunan meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Silinda, Kamis (05/11/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus mengidentifikasi kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian akibat bencana yang terjadi pada Rabu (28/10/2026) malam.

Banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut berdampak pada lima desa, yakni Kulasar, Pamah, Tarean, Sungai Buaya, dan Tapak Meriah. Selain merendam rumah warga, bencana juga menyebabkan kerusakan jembatan, erosi bantaran sungai, longsor, serta kerusakan lahan pertanian.

Bupati Sergai menyebut, berdasarkan laporan yang ia terima, dampak cukup signifikan terjadi di Dusun II Desa Kulasar. Sebanyak 21 rumah warga terendam banjir, dengan empat rumah mengalami kerusakan berat. Total perkiraan kerugian terhadap rumah dan perlengkapan warga di lokasi tersebut mencapai sekitar Rp370 juta.

Kerusakan juga terjadi di Desa Pamah. Jembatan Batu Logang mengalami kerusakan berat setelah tertimpa tumpukan kayu berukuran besar yang terbawa arus. Kondisi tersebut mengganggu akses utama masyarakat menuju kawasan perladangan. Selain itu, sekitar dua hektare lahan pertanian dilaporkan mengalami kerusakan.

Di Desa Tarean, terdapat dua titik longsor pada jalur penghubung menuju permukiman warga. Sementara itu, sekitar satu hektare persawahan di Desa Sungai Buaya terindikasi terancam gagal panen. Kemudian di Desa Tapak Meriah, jembatan Ardipas mengalami kerusakan setelah penyangga sisi kanan dan kirinya hanyut terbawa arus.

Darma Wijaya mengatakan, pemerintah daerah akan memastikan masyarakat terdampak memperoleh perhatian dan penanganan yang diperlukan. Menurutnya, peninjauan langsung menjadi bagian penting untuk mengetahui kondisi riil di lapangan sehingga langkah penanganan dapat ditentukan berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan masyarakat.

Dia juga mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya mereka yang bermukim di sekitar bantaran sungai dan wilayah rawan longsor. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila terdapat tanda-tanda peningkatan debit air maupun kondisi alam yang berpotensi membahayakan.

Sementara itu, Adlin Tambunan menekankan pentingnya koordinasi lintas organisasi perangkat daerah dalam mempercepat penanganan dampak bencana. Menurutnya, pemulihan tidak hanya menyangkut kondisi permukiman warga, tetapi juga infrastruktur yang menjadi penunjang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

“Penanganan bencana harus dilakukan secara terkoordinasi. Kita perlu memetakan kerusakan dan menentukan skala prioritas agar kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara bertahap. Infrastruktur yang rusak juga harus menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan mobilitas dan aktivitas perekonomian warga,” kata Wabup Sergai.

Pemerintah daerah akan mendorong perangkat daerah terkait untuk berkoordinasi dalam penanganan kebutuhan masyarakat terdampak, termasuk melakukan pendataan kerusakan dan mengidentifikasi langkah pemulihan sektor pertanian.

Penulis Berita

Jurnalis Media Sumut bertugas meliput berbagai isu regional dan nasional terkini secara profesional, objektif, dan berimbang.

Tulis Komentar Anda

Gunakan bahasa yang santun, objektif, dan relevan. Komentar yang mengandung fitnah, hoaks, atau ujaran kebencian akan dimoderasi oleh tim redaksi.